|
|
 |
|
|
| EE.UU canta para México |
 |
Productores lideres están buscando la forma
de cambiar la manera en la que pensamos
acerca de otros países. Este es uno de los
conceptos representados para la serie de
videos mostrados en el 10 de Mayo, Día de
Pangea, "El día cuando el mundo se une en un
solo concepto".
Puedes ver todos los seis himnos, solo
visítanos al sitio http://www.pangeaday.org
y registre su video para el 10 de Mayo. Ya es
hora de imaginar un mundo distinto.
Se muestra un coro Estadounidense que canta
el himno Mexicano a lo largo de la división
entre Estados Unidos y México. Este video
nos hace imaginar un mundo sin rejas y sin
fronteras.
Créditos:
Concepto: JOHANNES LEONARDO
Director: Baker SMith
Compañía de producción: Harverst films,
Inc.
Productor: Bonnie Goldfarb
Cinematógrafo: Michael Ashe
Mezcla de Sonido: Doc Pierce
Editor: Chuck Fry
Diseño de banderas combinadas promovidas por
el artista: Mariano Favetto
Coro: Angel city Chorale
Moderador del coro: Sue Fink
Presidente consejo de directores: Mitchell
Weiss Tags : Pangea Day TED Jehane Noujaim Anthem Film USA Mexico |
|
Affichage : 562158
Durée : 116 s |
| PERNIKAHAN SYEKH PUJI MELANGGAR 3 UU SEKALIGUS |
 |
26 Oktober 2008 12:39 WIB
Semarang: Pujiono Cahyo Widianto yang lebih
dikenal dengan Syekh Puji, pemilik Pondok
Pesantren Miftahul Jannah, kembali membuat
sensasi. Setelah sebelumnya membuat sensasi
dengan membagikan sedekah sebesar Rp 1,3
miliar, ustad yang juga pengusaha kerajinan
itu kini menghebohkan masyarakat dengan
menikahi seorang anak berusia 12 tahun.
Bahkan, ia berkoar akan menikahi gadis
lainnya yang berumur jauh lebih muda dari
istri keduanya itu. Sikap Syekh Puji ini
mendapat protes keras Ketua Majelis Ulama
Indonesia Jawa Tengah dan Komisi Nasional
Perlindungan Anak.
Syekh Puji, lelaki asal Kabupaten Semarang,
terang-terangan membenarkan bahwa ia telah
menikahi seorang anak berusia kurang dari 12
tahun. Lelaki berusia 43 tahun itu terlihat
santai dan tertawa lepas saat menjawab
pertanyaan wartawan seputar pernikahannya
dengan gadis belia yang bau kencur, tepatnya
berusia 11 tahun delapan bulan.
Istri keduanya itu adalah Lutfiana Ulfa. Ia
dinikahi Puji pada 8 Agustus 2008, pukul
03.03 WIB dini hari. Puji berdalih sengaja
memilih istri berusia muda yang akan ia didik
menjadi pemimpin perusahaannya. Ia juga
menyatakan tindakan itu sudah mendapat restu
dari istri pertamanya, Ummi Hanni.
Yang lebih mengejutkan lagi adalah Syekh Puji
juga menyatakan akan menikahi istri ketiganya
yang berusia jauh lebih muda, yakni tujuh dan
sembilan tahun. Bahkan, Syekh Puji tidak
takut dengan ancaman hukum yang bisa
menimpanya.
Sikap ustad nyentrik itu mendapat kecaman
keras dari berbagai kalangan, termasuk dari
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah.
Sekretaris MUI Jateng Ahmad Rofiq mengecam
dan prihatin atas pernikahan yang dilakukan
Syekh Puji.
Menurut dia, tindakan itu telah melanggar
hak-hak anak, Undang-undang Perkawinan dan
mencemarkan perilaku pimpinan pondok
pesantren. Rofik juga berharap hukum
ditegakkan serta mengimbau agar para ulama
bersatu untuk mengingatkan Syekh Puji tentang
kaidah sebuah perkawinan serta perlindungan
anak.
Kecaman juga datang dari Sekretaris Jenderal
Komisi Nasional Perlindungan Anak Aris
Merdeka Sirait. Aris mengategorikan
pernikahan Puji dengan anak berusia 11 tahun,
telah melanggar tiga undang-undang sekaligus,
yakni UU Perlindungan Anak, Perkawinan dan UU
Ketenagakerjaan. Meskipun tidak ada
pengaduan, pelaku pelanggaran ini bisa
dikenai hukuman. Tags : Pedophile Pernikahan Dini |
|
Affichage : 1670
Durée : 137 s |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
 |
| |
|